Rabu, 28 Desember 2011

PANTUN

Ciri-Ciri Pantun
  1. Tiap bait terdiri dari 4 baris
  2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
  3. Baris 3 dan 4 merupakan isi
  4. Bersajak silang a-b-a-b

Jenis-Jenis Pantun
1.    Dilihat dari bentuknya:
a.   Pantun biasa
b.   Pantun berkait (seloka)
c.   Talibun
d.   Pantun kilat (karmina)

2.    Dilihat dari isinya:
a.   Pantun anak-anak
b.   Pantun nasehat
c.   Pantun berduka cita
d.   Pantun jenaka
e.   Pantun teka-teki
f.     Pantun nasib

1.    Dilihat Dari Bentuknya:
a.   Pantun Biasa
Contoh:
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
b.   Pantun Berkait (Seloka)
Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
Ciri-Ciri Pantun Berkait (Seloka)
1.    Baris kedua dan ke empat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua
2.    Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
3.    Dan seterusnya.
Contoh:
Lurus Jalan ke Payakumbuh
Kayu jati bertimbal jalan
Dimana hati takan rusuh
Ibu mati bapak berjalan
Kayu jati bertimbal jalan
Turun angin patahlahdahan
Ibu mati bapak berjalan
Kemana untung diserahkan
c.   Talibun
Talibun adalah pantun yang jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 .
Apabila enam baris sajaknya a-b-c-a-b-c
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a-b-c-d-a-b-c-d
Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanakpun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk senang cari dahulu
d.   Pantun Kilat Karmina
Ciri-Ciri:
Setiap bait terdiri dari 2 baris
Bairispertama merupakan sampiran
Baris kedua merupakan isi
Bersajak a-a
Setiap baris terdiri  dari 8-12 suku kata
Contoh:
Dahulu parang, sekarang besi
Dahulu sayang sekarang benci

2.    Dilihat dari isinya:
a.   Pantun anak-anak
Pantun yang isinya tentang anak-anak untuk memberi dorongan agar berbuat baik
Contoh:
Berburu ke padang datar
Mendapat rusa belang kaki
Rajin rajinlah engkau belajar
Untuk bekal dihari nanti
Burung merpati burung dara
Terbang tinggi ke angkasa luas
Hati siapa tak kan gembira
Karena aku naik kela
b.   Pantun Nasehat
Ialah pantun yang isinya tentang petuah, petunjuk, dan nasehat yg ditujukan kepada seseorang
Contoh:
Buah kelapa buah lontar
Dibeli ayah dari pekan
Rajin-rajinlah engkau belajar
Untuk bekal dimasa depan
c.   Pantun Berduka Cita
Merupakan ungkapan ungkapan kesedihan hati atau bersusah
Contoh:
Memetik manggis di kota Kedu
Membeli tebu uangnya hilang
Adik menangis tersedu-sedu
Mencari ibu belum juga pulang
d.    Pantun Jenaka
Pantun ini berisi tentang hal-hal yag lucu atau menggelikan
Contoh:
Sungguh enak asam belimbing
Tumbuh dekat tepi telaga
Sungguh enak berkawan sumbing
Biar marah tertawa juga
e.   Pantun Teka-Teki
Pantun ini berisi tebakan yang harus dijawab
Contoh:
Menuruni jurang yang sangat landai
Berjalan diatas rumput teki
Kalau anda memang pandai
Hewan apa tanduk kaki
f.     Pantun Nasib
Contoh:
Pergi sekolah mampir ke Cimahi
Depan bukit lihat ilalang
Mungkin sudah takdir ilahi
Badan sakit tinggal tulang





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar